#1Puan1Pekan Laurel Cho

Unggahan Laurel Chor di akun Instagramnya

Sebuah unggahan di Twitter membawa saya pada nama Laurel Chor. Kebetulan di unggahan #1Puan1Pekan sebelumnya saya mengangkat jurnalis AS. Jadi, saya langsung tertarik mengenal fotografer asal Hongkong ini untuk melanjutkan pembicaraan tentang perempuan di media. 

Laurel adalah jurnalis, fotografer dan konservasionis. Belakangan, dia banyak mengabadikan gerakan sosial pro demokrasi di negaranya. Gerakan tersebut dimulai hampir bersamaan dengan keputusan Laurel menjadi jurnalis lepas. Ini membuat dia bisa mendedikasikan waktunya dengan lebih bebas untuk fokus dalam mendokumentasikan, mengisahkan perjuangan tersebut. 


Laurel Chor berbicara biodiversitas di Hongkong dalam TEDx

Beberapa karya menarik dari puan ini: 1) Esai foto yang menunjukkan isi tas para protestan yang tertinggal di PolyU; 2) Reportase tentang efektivitas penarikan senjata api otomatis di Selandia Baru setelah insiden penembakan di Masjid Christchurch; 3) Kampanye biodiversitas di Hongkong dengan mengajak para warga urban itu menjelajahi alam yang kaya. 

Dari karya dan kampanye yang dilakukan, terasa sekali bagaimana Laurel tidak takut menampilkan emosi dan kerentanan seperti yang disebutkan Nicola Sebastian, rekan kerjanya, dalam potongan wawancara komunitas National Geographic

Potongan komentar rekan kerja Laurel ini juga menunjukkan semangat saling mendukung sesama perempuan di dunia media yang kita ketahui sangat maskulin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joko Pinurbo dan Makna Rumah dalam Personifikasi Kulkas, Ranjang dan Celana

Memenuhi Kebutuhan Emosi

Rahim dan Kepahitan Perempuan dalam Patiwangi Karya Oka Rusmini