Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Pertobatan Saras Dewi dalam Bungkus Puisi

Judul : Kekasih Teluk Pengarang : Saras Dewi Penerbit : PBP Publishing / PWAG Indonesia Cetakan : Pertama Maret 2017 Editor : Olin Monteiro Kata Pengantar : Joko Pinurbo

Pertobatan sifatnya personal. Tidak ada yang bisa memaksa sesorang bertobat, kecuali dirinya sendiri. Pertobatan biasanya diawali kesadaran akan kesalahan atau dosa yang telah diperbuat. Menyusul kemudian penyesalan. Tidak cukup sampai di situ, pertobatan seharusnya disertai usaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Dalam buku kumpulan puisi keduanya Kekasih Teluk, Saras Dewi menarasikan pertobatannya.

Seperti layaknya sebuah pertobatan, narasi yang muncul dalam 60 puisi ini memang personal. Namun di antara kata-kata yang sederhana, personifikasi alam yang mengena, dan deskripsi rasa yang apa adanya, pembaca tetap bisa menemukan dirinya, merasakan kekecewaan, penyesalan, dan mungkin saja pada pertobatan pribadinya.

Saras Dewi adalah seorang aktivis lingkungan hidup. Pengajar di Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu B…

Rahim dan Kepahitan Perempuan dalam Patiwangi Karya Oka Rusmini

Judul : Patiwangi Pengarang : Oka Rusmini Penerbit : Bentang Budaya Cetakan : Pertama, Juli 2003 Pemeriksa Aksara : Yayan R.H., Heni Purwaningsih Penata Aksara : Sugeng D.T.

Oka Rusmini merupakan sedikit dari sekian penulis yang berhasil menguasai tiga bentuk fiksi: novel, cerpen, dan puisi. Perempuan Bali yang lahir di Jakarta, 11 Juli 1967 ini dikenal pertama kali lewat novel Tarian Bumi pada tahun 2000. Novel yang sarat dengan budaya Bali ini menjadi ciri khas karya-karya Oka dalam bentuk lain: cerpen dan puisi. Pada tahun 2003, novel ini mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (dulu Pusat Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Dalam Ensiklopedia Sastra Indonesia disebutkan, Tarian Bumi dianggap sebuah babak baru penulisan prosa panjang di Indonesia yang menampilkan tokoh-tokoh perempuan berbeda dibandingkan penggambaran yang pernah ada dalam khazanah sastra sebelumnya, yaitu sebagai sosok-sosok kuat, gelisah, mandiri, radikal…

Joko Pinurbo dan Makna Rumah dalam Personifikasi Kulkas, Ranjang dan Celana

Judul : Pacar Senja: Seratus Puisi Pilihan Pengarang : Joko Pinurbo Penerbit : Grasindo Cetakan : Pertama, 2005 Penyunting : Pamusuk Eneste Kata Penutup : Ayu Utami

Bila kita membaca Pacar Senja karya Joko Pinurbo, seperti membaca narasi panjang tentang rumah dari kacamata penyair yang biasa disapa Jokpin ini. Sajak yang terkumpul dalam antologi ini memiliki rentang penciptaan yang panjang dari tahun 1980 hingga 2004. Paling banyak puisi bertahun 1996, 2001, dan 2003, masing-masing 14 puisi. Selain itu ada 13 puisi bertahun 1999, 10 puisi di 2002, dan sembilan puisi di tahun 2000. Tahun 1997 ada tiga puisi, tahun 1990 dan 1995 ada dua puisi. Jokpin memasukan masing-masing satu puisi yang bertahun 1980, 1989, 1991, 1994, dan satu puisi bertahun 2002/2003.

Total ada 100 puisi dalam buku ini. Kecuali puisi "Layang-layang" (1980) dan "Pohon Bungur" (1990) yang belum pernah dipublikasikan, 98 karya lain pernah dipublikasikan dalam antologi Celana (1999), Di Bawah Kibar…

Masokhisme dalam Religi: Ulasan Buku Santa Rosa Karya Dorothea Rosa Herliany

Judul: Santa Rosa Pengarang: Dorothea Rosa Herliany Penerbit: Indonesia Tera, Magelang Cetakan Pertama, 2005, 128 halaman Penyunting & Penerjemah: Harry Aveling Pengantar: Toeti Heraty Penutup: Dami N. Toda

Santa Rosa merupakan buku kumpulan puisi Dorothea Rosa Herliany yang terakhir. Buku terbarunya Isinga: Roman Papua, merupakan prosa. Kemampuan Rosa sebagai penulis mendapat pengakuan pada kedua karya tersebut. Ia menjadi orang pertama yang memenangi kedua kategori Kusala Sastra Khatulistiwa, prosa dan puisi, dengan Santa Rosa pada 2006 dan Isinga pada 2015.

Selain dua buku tersebut Rosa menerbitkan kumpulan puisi Nyanyian Gaduh (1987), Matahari yang Mengalir (1990), Kepompong Sunyi (1993), Nikah Ilalang (1995), Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999), dan Kill the Radio (Sebuah Radio, Kumatikan; edisi dwibahasa, 2001). Ada pula dua buku kumpulan cerpen Blencong (1995) dan Karikatur dan Sepotong Cinta (1996).

Sama seperti buku Kill the Radio, Santa Rosa juga terbit dwibahasa: Indonesia &…

Perawan

pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang perempuan yang tinggal dalam tubuh pinjaman. tidak ada uang sewa yang mesti dibayar, cuma kewajiban menjaga keperawanan.
suatu malam si pemilik tubuh datang, dengan paksa mengambil keperawanan. 
tanpa tubuh pinjaman yang ia tinggalkan, si perempuan pergi bertualang, mencari lagi tubuh perawan untuk dipinjam.
Agustus 2016






Puisi ini saya unggah kembali untuk menyambut Women's March Jakarta
Women's March merupakan sebuah gerakan yang dilakukan perempuan-perempuan di banyak kota besar di dunia untuk menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret.
Tahun 2017 merupakan tahun pertama Women's March Jakarta yang dihadiri sekitar 700 orang di depan Istana Negara. Aksi itu diikuti 33 organiasasi, mulai dari organisasi perempuan, organiasasi anak muda, organisasi lingkungan, organisasi HAM, organisasi LGBT, Komnas Perempuan, LBH Apik, hingga organisasi buruh.
*Sumber logo di atas diambil dari situs Women's March Jaka…