#1Puan1Pekan Cheryl Zondi

Tangkapan layar kesaksian Cheryl Zondi dari SABC News

Cheryl Zondi merupakan saksi pertama dalam sidang Timothy Omotoso dan dua terdakwa perempuan dari gereja Jesus Dominion International yang berbasis di Eastern Cape, Afrika Selatan. Mereka menghadapi 97 dakwaan, mulai dari pelecehan seksual hingga pemerkosaan dan perdagangan manusia.

Perempuan yang saat itu berusia 22 tahun, menolak namanya disamarkan dan tampil dengan berani menghadapi pelaku di persidangan.

Cheryl merupakan anggota grup vokal yang terdiri dari tiga orang perempuan. Grup bernama Grace Galaxy bernyanyi secara rutin di Gereja yang dipimpin Omotoso. Sejak 14 tahun saat dia mulai bernyanyi untuk gereja, Cheryl diperkosa. Kejadian tersebut berulang, bahkan hingga dia berusia 19 tahun.

Saat bersaksi, Cheryl dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan pengacara terdakwa yang memojokkannya. Bukan hanya itu, istri terdakwa yang hadir dalam persidangan juga sering bereaksi dan berkomentar terhadap kesaksian Cheryl, bahkan sempat ditegur Hakim karena tertawa saat saksi meneteskan air mata.

Di luar persidangan, Cheryl juga menghadapi ancaman pembunuhan dan terpaksa tinggal berjauhan dari keluarga yang sangat mendukung keberaniannya.

Persidangan kasus Omotoso hingga kini masih berlangsung. Dimulai sejak 2018, persidangan ini sempat dihentikan karena terdakwa meminta agar Hakim yang memimpin persidangan diganti. Itu artinya Cheryl harus mengulang semua kesaksiannya.

Saat mengadakan jumpa pers bersama Cheryl Zondi Foundation, dia tetap tidak gentar, "I came out and made myself a symbol of hope and a role model. All of this I never anticipated it's something that I'm still getting used to. But I have a responsibility to the nation that has supported me from the beginning. I have a responsibility to live up to the confidence our people have have in me and to just keep going."

*Kesaksian Cheryl pada 2018 disiarkan live dan masih bisa disaksikan melalui akun YouTube SABC News

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joko Pinurbo dan Makna Rumah dalam Personifikasi Kulkas, Ranjang dan Celana

Rahim dan Kepahitan Perempuan dalam Patiwangi Karya Oka Rusmini

Memenuhi Kebutuhan Emosi