Langsung ke konten utama

mari berhenti membicarakan cinta



orang tidak akan percaya kalau saya, pencinta puisi-puisinya sapardi djoko damono dan lagu-lagunya kla project, mengajak kita untuk berhenti membicarakan cinta. saya mengajak semua orang yang sudah menikah untuk berhenti membicarakan cinta, bukan karena tidak lagi percaya. saya masih percaya kok akan reaksi kimia yang dapat membuat seseorang menjadi penyair dalam sehari itu. iya memang, saya tidak pernah mengatakan "aku cinta kamu" kepada suami, tapi bukan berarti saya tidak mencintainya kan?

selain kepada orang yang sudah menikah, saya terutama ingin mengajak semua orang yang berselingkuh untuk berhenti membicarakan cinta. ajakan kepada golongan ini tentunya tidak akan mendapatkan protes seperti pada golongan yang disebutkan sebelumnya.

kenapa berhenti membicarakan cinta? karena kata tersebut terlalu abstrak, sulit dimengerti, dan terlalu sering diekploitasi sebagai alasan dari tindakan-tindakan irasional. mari kita lupakan cinta sejenak dan membicarakan suatu hal yang lebih nyata: komitmen.

menurut kamus besar bahasa indonesia dalam jaringan, komitmen merupakan perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.

bagi saya, yang utama dalam pernikahan bukan cinta tapi komitmen. tidak semua pernikahan berlandaskan cinta, tapi semuanya pasti memiliki perjanjian yang mengikat. mengikat bisa dalam segi hukum, emosional, adat, dan kepercayaan.

perselingkuhan juga demikian, yang utama bukan cinta tapi komitmen. bagaimana perjanjiannya? nah, di sinilah perselingkuhan menjadi lebih rumit dari pernikahan, karena perjanjiannya seringkali tidak jelas. ikatannya pun kebanyakan sifatnya hanya emosional.

lalu, kenapa harus membicarakan komitmen? karena segala bentuk hubungan, baik itu pernikahan atau perselingkuhan akan menjadi lebih jelas, bisa dimengerti, bila semua pihak memahami komitmennya. 


saat menikah perjanjiannya bagaimana? kok bisa kemudian berselingkuh? saat mulai menjalin hubungan perselingkuhan, yang dijanjikan apa? kok bisa yang satu berharap dinikahi sementara yang lain cuma ingin main-main? kalau sudah tidak ada yang menepati perjanjian awal, pernikahan menjadi sekadar status tanpa komitmen. kalau dalam hubungan perselingkuhan komitmen tiap pihak berbeda, ya buat apa buang-buang waktu. tuh, jadi lebih sederhana kan kalau yang dibicarakan komitmen dan bukan cinta!

jadi, orang selingkuh itu bukan karena tidak cinta lagi pada pasangannya. kalau yang dibicarakan cinta, akan bermunculan ribuan alasan perselingkuhan seperti: dulu kami menikah karena dia sudah hamil; sejak punya anak jadi tidak pernah bercinta; dia bertambah gemuk dan tidak menarik lagi; bertemu orang yang bisa memahami saya; dia jadi lebih memerhatikan anak; dia kerja melulu; dll.

oke kamu menikah karena keburu hamil, lalu komitmennya bagaimana? kalau cuma sekadar ingin memudahkan pembuatan akte kelahiran anak dengan nama orangtua lengkap dengan status menikah, silakan berselingkuh kemudian bercerai setelah anak lahir. namun, sepertinya tidak banyak yang memiliki komitmen semacam itu. kalau komitmennya ingin menjadi pasangan orangtua yang bertanggung jawab ya jangan selingkuh. kalau tiba-tiba mabuk dan tidak bisa mengendalikan diri sehingga terdampar di kasur, bercinta dengan orang lain? ya lakukan satu kali saja. kalau berkali-kali, artinya kamu sudah tidak bisa berkomitmen untuk menjadi pasangan orangtua yang bertanggung jawab. masih bisa menjadi orangtua, tapi tidak berpasangan.

kalau pasangan berubah, cinta memudar, badan menggemuk bagaimana? pastinya hal-hal semacam itu tidak terjadi dalam semalam. ada proses dan pembiaran akan proses itu sudah menunjukkan kalau kamu sudah tidak mau berkomitmen.

soal godaan dari luar? akan selalu ada orang yang lebih seksi, lebih mengerti, lebih cerdas, lebih kaya, lebih romantis, lebih baik, dst. populasi dunia kan terus bertambah, dan kemudahan komunikasi juga membuat peluang bertemu mahluk-mahluk penggoda itu semakin besar. boleh saja menikmati godaan dan perasaan dikagumi itu, tapi dalam batas-batas yang tidak merusak komitmen. terdengar sulit untuk dilakukan ya? ya iya lah... kata siapa mempertahankan pernikahan itu gampang? tentunya kamu sudah tahu ini, karena sudah memikirkannya ribuan kali sebelum memutuskan menikah.

kalau soal pasangan yang orientasi hidupnya hanya ke anak atau ke pekerjaan? please deh, kalau bosan dengan hidup dan haus akan perhatian pasangan, coba cari kesibukan yang bukan berselingkuh. pernah dengar kata hobi kan? itu lho baca buku, memasak, merajut, merenda, menjahit, jalan-jalan, memelihara binatang... bisa aja sih kalau hobinya selingkuh, tapi emang nggak capek ya membuat komitmen baru dengan beberapa orang sekaligus? silakan aja sih kalau sanggup menanggung risikonya.



*rangkuman perbincangan warung kopi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memenuhi Kebutuhan Emosi

I love you. You... you complete me,” kata Jerry Maguire. 
Lalu Dorothy membalas dengan berkata:
Shut up, just shut up. You had me at ‘hello’.” 


Ungkapan “you complete me” sering digunakan dalam untuk menggambarkan bagaimana pasangan kita membuat diri merasa lengkap, utuh. Pakar psikologi mengatakan, pasangan tidak bisa melengkapi kita, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan emosi. Mereka hanya bisa memenuhi keinginan dan hasrat.

Menuntut orang-orang terdekat untuk memenuhi kebutuhan emosi kita bukanlah tindakan tepat dan tidak rasional. Kita harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan emosi kita sendiri. "Jika Anda mencari pasangan yang dapat membuat Anda berarti, bahagia, menyelamatkan dari kebosanan dan kesedihan hidup; jika Anda mencari orang yang dapat melengkapi, itu bukan hal yang mudah dilakukan. Karena sebenarnya yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan itu Anda sendiri," kata Dennis Sugrue, psikologis dari medicinenet.com.

Menurut Psikolog Toge Aprillianto, M. Ps…

Jangan Beli, Adopsi saja!

Ingin anjing atau kucing baru? 
Kenapa tidak mencoba mengadopsi mereka saja?

Para pencinta binatang mulai khawatir dengan bertambah banyaknya populasi anjing dan kucing. Binatang peliharaan yang lucu-lucu ini sering menjadi korban orang yang tidak bertanggung jawab dan terlantar di jalanan. Sebagai pencinta binatang sejati, tidak ada salahnya kita mengulurkan tangan dan mengadopsi sebagian dari mereka.

“Tujuan adopsi biasanya adalah untuk penyelamatan. Itulah kenapa sekarang banyak komunitas pecinta binatang yang menyarankan mengadopsi,” kata drh. Saptina Aryani dari Piet Klinik Hewan 24 jam, Sentul City. Ia menyarankan agar kita mempertimbangkan hal-hal berikut bila mengadopsi anjing atau kucing.

>> Pilih Berdasarkan Karakter
Anak anjing atau kucing yang lucu di toko binatang peliharaan sebenarnya tidak cocok untuk kita yang tidak memiliki waktu untuk merawat dan melatih mereka. Binatang peliharaan yang masih kecil butuh perhatian ekstra untuk masalah kesehatan dan latihan keteram…

How Raw Can You Go?

“Jangan dimakan, masih mentah. Nanti kamu sakit perut.” Dulu ibu kita sering melarang demikian. Sekarang kita juga mungkin masih sering mengatakan hal yang sama pada anak kita. Kita percaya bahwa makanan mentah itu tidak baik untuk pencernaan. Memasak adalah proses mematikan kuman sehingga makanan lebih aman disantap.

Lalu kenapa kita kembali ke pola makan nenek moyang kita, manusia purba? Ternyata pola makan makanan mentah lebih mudah dicerna tubuh. Makanan mentah memberikan energi maksimum bagi tubuh dengan usaha minimal. Pola makan ini dapat membuat kita lebih fit, jauh dari alergi, terhindar dari gangguan pencernaan, kolesterol tinggi, obesitas, serta meningkatkan imunitas.

“Bangsa Eskimo merupakan kelompok manusia yang sangat minim riwayat penyakit kronik dan radang sendi. Mereka pemakan sebagian besar raw food,” kata dr. Tan Shot Yen, M.Hum dalam bukunya Resep Panjang Umur, Sehat, dan Sembuh. Eskimo sendiri berasal dari latar budaya Indian yang berarti, “Dia yang makan mentah.”

Ta…