Kata 'perkosa' berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan: per·ko·sa, me·mer·ko·sa v 1 menundukkan dng kekerasan; memaksa dng kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki bejat itu telah ~ gadis di bawah umur; 2 melanggar (menyerang dsb) dng kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yg berlaku; negara itu dicap sbg negara yg ~ hak asasi manusia; pe·mer·ko·sa n orang yg memerkosa; pe·mer·ko·sa·an n 1 proses, perbuatan, cara memerkosa; 2 ki pelanggaran dng kekerasan Saya bukan pakar hukum. Saya juga hanya sok tahu soal bahasa. Namun, menurut saya, makna perkosaan yang dimuat dalam kamus tersebut kurang tepat. Karena dengan definisi tersebut, banyak pemerkosa yang akan lolos dari tindakannya dengan alasan: si korban menikmati; pelaku tidak melakukan kekerasan; tidak ada bekas kekerasan yang tampak pada tubuh korban; si koban bisa mencapai orgasme; si korban mengalami ejakulasi. Tidak semua korban perkosaan perempuan bukan...
Judul : Patiwangi Pengarang : Oka Rusmini Penerbit : Bentang Budaya Cetakan : Pertama, Juli 2003 Pemeriksa Aksara : Yayan R.H., Heni Purwaningsih Penata Aksara : Sugeng D.T. Oka Rusmini merupakan sedikit dari sekian penulis yang berhasil menguasai tiga bentuk fiksi: novel, cerpen, dan puisi. Perempuan Bali yang lahir di Jakarta, 11 Juli 1967 ini dikenal pertama kali lewat novel Tarian Bumi pada tahun 2000. Novel yang sarat dengan budaya Bali ini menjadi ciri khas karya-karya Oka dalam bentuk lain: cerpen dan puisi. Pada tahun 2003, novel ini mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (dulu Pusat Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam Ensiklopedia Sastra Indonesia disebutkan, Tarian Bumi dianggap sebuah babak baru penulisan prosa panjang di Indonesia yang menampilkan tokoh-tokoh perempuan berbeda dibandingkan penggambaran yang pernah ada dalam khazanah sastra sebelumnya, yaitu...
Judul : Sergius Mencari Bacchus Penulis : Norman Erikson Pasaribu Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Ilustrator, Disain Sampul, Tata Letak : Leopold A. Surya Indrawan Keragaman dalam Sastra Indonesia, khususnya puisi sulit terwujud jika penulisnya itu-itu lagi. Ini mengacu pada panyair laki-laki heteroseksual yang nama-namanya mendominasi jagat sastra kita. Iya, benar dominasi ini sedikit berkurang dengan munculnya banyak nama perempuan beberapa tahun belakangan ini. Namun, perjalanan untuk memperkaya keragaman Sastra Indonesia masih panjang dan harus terus dilakukan. Memambah keragaman sastra bukan hanya dengan menambah karya dari penulis perempuan. Dunia tidaklah biner, bukan hanya ada laki-laki dan perempuan. Sejak zaman nenek moyang kita, ada spektrum gender yang nonbiner. Sergius Mencari Bacchus karya Norman Erikson Pasaribu menambah kekayaan Sastra Indonesia dari sisi nonbiner tersebut. Buku ini memenangkan Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (...
Komentar
Posting Komentar