Langsung ke konten utama

ibu-ibu yang kecanduan lapar

setelah kemarin posting tentang orang-orang dengan berbagai jenis gangguan makan, hari ini dilanjutkan dengan tema yang sama. masih tentang gangguan makan tapi kali ini penderitanya lebih spesifik: ibu-ibu.

penderita gangguan makan, terutama anorexia dan bulimia, mayoritas adalah remaja. gangguan ini pun biasanya dimulai saat usia remaja. namun, ternyata banyak juga yang masih mengalami gangguan makan saat dewasa. saat telah menjadi ibu dengan dua atau tiga anak. kondisi ini menjadi lebih berbahaya karena kebiasaan makan yang salah dapat menurun ke anak. belum lagi kondisi psikologis ibu dan pandangannya mengenai makanan atau citra tubuh seringkali membahayakan diri dan janinnya saat mengandung.

berikut adalah film dokumenter mengenai ibu-ibu rumahtangga yang tengah berjuang melawan gangguan makan. judulnya Desperately Hungry Housewives, produksi BBC tahun 2009.


berikut kutipan pengantar film dokumenter ini di BBC


Anorexia and bulimia were once more commonly associated with teenage girls but are now on the increase among older women. This film goes into the seemingly perfect world of four housewives who are struggling with the fallout from their eating disorders.

They may seem to have it all with their nice houses, perfect children and middle class lives, but behind the wisteria, they are having a constant battle with their food and eating.

Jane in her early fifties now has the bone density of a 92 year old; 36-year-old Zoe has turned to Cognitive Behavioural Therapy to reclaim her life from anorexia; bubbly Tracey is bulimic and spends her nights binging and vomiting in secret from her children; and young mum Georgia tries hard to lose her baby weight, but will her obsession with weight see her falling back into the anorexic danger zone?

satu dari 100 orang di Inggris menderita bulimia. dalam dokumenter ini ada empat orang perempuan dewasa yang menderita bulimia atau gangguan makan lain. mereka sendiri mengatakan, ibu dua orang anak harusnya tidak menderita anorexia karena banyak hal lain yang harus dipikirkan selain makanan. namun kenyataannya, mereka masih berjuang mangatasi gangguan makan masing-masing.


 Part 1




jane (54), ibu dari tiga orang anak.
menderita anorexia dan bulimia selama 30 tahun, dimulai saat dia menikah lalu suaminya didiagnosa menderita kanker. stres yang memicu gangguan makan yang dialaminya. 


I have beautiful house, beautiful family, every thing going for me, and yet I have eating disorder.
stres  yang dialami jane sudah lewat, tapi gangguan makannya tetap ada. dia berjuang mempertahankan berat badannya agar tidak merosot ke angka yang membahayakan jiwa. di lain sisi dia juga hanya bisa mengonsumsi makanan yang "aman" dan tidak memicu bulimianya kambuh. makanan dia kelompokkan menjadi makanan putih, abu-abu, dan hitam. makanan putih adalah comfort food. jangan bayangkan cokelat atau cake masuk dalam kategori ini. comfort food bagi jane adalah sayuran dan bubur. kabohidrat yang dapat dia konsumsi hanya bubur. roti, pasta, biskuit masuk dalam makanan hitam yang bila ia konsumsi akan menimbulkan rasa bersalah dan keinginan untuk memuntahkannya.


I'm feeling large. I keep telling myself I'm not but I'm still feeling large.
jane sangat merahasiakan gangguan makan yang dideritanya. suaminya bahkan bertahun-tahun tidak mengetahui kalau istrinya memuntahkan makanan. mereka tahu saat berat badan jane terus turun drastis. jane tahu anak-anaknya marah dengan kebiasaan ibunya itu. kemarahan mereka hanya membuat jane merasa lebih bersalah. kini jane berusaha mengontrol gangguan makan yang dideritanya dan tidak membiarkan hidupnya dikontrol anorexia atau bulimia.


Part 2






tracey (36), single mom dari dua orang anak.
empat tahun lalu, tracey tidak memiliki masalah dengan makanan. bulimia yang dideritanya berawal saat ibunya meninggal dunia dan tidak berapa lama pernikahannya berantakan.


The breakdown of my marriage was kind of the last store really. I thought the underlining problems already there from way back. I've been abused as a child, never deal with that or talk about those days just ignore it, moved on. My parents had not a very good marriage, they'd split up. I have a couple miscarriages that I never really addressed. I think that's how it's started, become a warped sense of control. 
tracey tinggal bersama dua orang anaknya. dia bekerja di bank dan sedang menyelesaikan kuliah hukum. ia binging (menyantap banyak sekali makanan tanpa bisa mengontrolnya) setiap 4-5 kali dalam seminggu. setelah itu biasanya dia memuntahkan makanan yang disantap. semua itu dilakukan saat anak-anaknya sudah tidur. ia memilih kamar mandi bawah yang tidak satu lantai dengan kamar anak-anak agar tidak ketahuan. periode binging bisa berlangsung hingga tengah malam. ia memakan sereal dan camilan yang ada. semakin banyak makanan yang masuk, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk memuntahkannya. ia bisa terjaga hingga pukul dua dini hari.


I feel shame, terrible terrible shame. Because I fully grown women. I have two beautiful children. I have a job. I studying. I sensible person. So why do I do this when nobody's around?
bagi tracey, bukan tubuh kurus bak victoria beckham yang diinginkan.  
It never had anything to do with how I look. It's entirely about how I felt about myself. How I still feel about myself. Feeling of worthlessness.

Part 3


zoe (36), ibu dari dua orang anak.
sudah lima tahun zoe menderita anorexia, termasuk saat ia mengandung anak keduanya. tubuhnya tidak bertambah besar, berat badannya sama sekali tidak bertambah saat hamil.


I felt overwhelming guilt not to be able to eat properly. It would be so depressing because my gut very hungry and I'm lying there thinking I should get up and eat something but yet not being able to. Something just stopping me to put that food inside me. 
zoe sangat takut dengan kondisi janin dalam kandungannya. ia yakin anak itu akan lahir cacat atau bahkan tanpa nyawa. namun, ternyata anak keduanya lahir sehat. zoe-lah yang terus bertambah kurus sehingga dokternya langsung menyarankan agar dia mengikuti terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT). sudah dua tahun dia menjalani terapi ini dan dia masih berjuang menyembuhkan gangguan makannya.


for most of my life i felt happy when my weight is going down. right now i feel quite worry actually.
selain terapi perilaku kognitif, zoe juga membuat catatan apa saja yang dia makan setiap harinya sebagai langkah penyembuhan. ia kini telah berhasil makan tiga kali sehari plus dua kali camilan meskipun masih memiliki pikiran yang mengarah pada anorexia. pada akhir film, keberhasilan zoe digambarkan dengan eating out bersama teman-temannya. suatu hal sederhana yang tidak mungkin dapat dia lakukan saat masih memiliki gangguan makan.

Part 4


georgia (29), ibu dari tiga orang anak.
tujuh minggu setelah melahirkan anak ketiga, georgia sudah terobsesi untuk menurunkan berat badan. persamaan pada keempat ibu ini adalah keinginan menurunkan berat badan telah berhasil menghilangkan akal sehat mereka. keinginan yang menjadi semacam adiksi. georgia pernah menderita anorexia saat berusia 18 tahun. saking kurusnya, dia sampai harus masuk perawatan di rumah sakit jiwa. meskipun sudah sembuh, obsesinya pada berat badan dan diet terus berlangsung. setiap hari dia menimbang berat tubuhnya.


I know I shouldn't weight myself everyday. It's silly because sometimes I don't see change and that made me panic and difficult to eat for the day. But, that's what I do.  
anorexia yang dialami georgia berawal saat orangtuanya bercerai. ibunya kemudian mengajak anak-anaknya tinggal bersama pasangan barunya.


I felt like because my mom making the decision about where we live and who we live with, I felt like I didn't have any say in anything. And so that's probably why I resolved to this. Why I choose food I don't know. But it was my way and food are things that I could control. I could control what I put in my mouth. I could control what happen to my weight.
kontrol terhadap makanan yang dilakukan georgia membuatnya membatasi apa saya yang bisa masuk dalam mulutnya. saat terparah adalah ketika ia hanya makan satu apel sepanjang hari. apelnya harus spesifik dalam hal warna dan ukuran. ia akan mencari apel yang "sempurna" di berbagai toko. tidak ada makanan lain yang dimakan. ia juga berolahraga sekeras mungkin. inilah yang menyebabkan dia sampai harus dirawat.

niatan untuk sembuh berawal ketika ia bertemu dengan lelaki yang menjadi suaminya sekarang. keinginan memiliki anak membuatnya bersemangat untuk menaikan berat badan. agar siklus menstruasinya kembali. setelah berhasil hamil dan melahirkan anak yang sehat, sebulan kemudian anorexia georgia kembali kambuh.

kelahiran anak ketiga tidak membuat obsesi georgia pada berat badan berhenti. kontrol terhadap jenis makanan yang dapat dimakan juga masih berlangsung. georgia tidak pernah bisa makan cake. namun, ia ingin bisa makan kue ulang tahun anaknya. di akhir kisah, georgia berhasil menahlukan pikiran anorexianya dan menyantap sepotong kue.


Part 5

Part 6 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Beli, Adopsi saja!

Ingin anjing atau kucing baru? 
Kenapa tidak mencoba mengadopsi mereka saja?

Para pencinta binatang mulai khawatir dengan bertambah banyaknya populasi anjing dan kucing. Binatang peliharaan yang lucu-lucu ini sering menjadi korban orang yang tidak bertanggung jawab dan terlantar di jalanan. Sebagai pencinta binatang sejati, tidak ada salahnya kita mengulurkan tangan dan mengadopsi sebagian dari mereka.

“Tujuan adopsi biasanya adalah untuk penyelamatan. Itulah kenapa sekarang banyak komunitas pecinta binatang yang menyarankan mengadopsi,” kata drh. Saptina Aryani dari Piet Klinik Hewan 24 jam, Sentul City. Ia menyarankan agar kita mempertimbangkan hal-hal berikut bila mengadopsi anjing atau kucing.

>> Pilih Berdasarkan Karakter
Anak anjing atau kucing yang lucu di toko binatang peliharaan sebenarnya tidak cocok untuk kita yang tidak memiliki waktu untuk merawat dan melatih mereka. Binatang peliharaan yang masih kecil butuh perhatian ekstra untuk masalah kesehatan dan latihan keteram…

yang salah tentang pemerkosaan

Kata 'perkosa' berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan:

per·ko·sa, me·mer·ko·sav1 menundukkan dng kekerasan; memaksa dng kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki bejat itu telah ~ gadis di bawah umur;2 melanggar (menyerang dsb) dng kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yg berlaku; negara itu dicap sbg negara yg ~ hak asasi manusia; pe·mer·ko·sa n orang yg memerkosa;
pe·mer·ko·sa·ann1 proses, perbuatan, cara memerkosa; 2ki pelanggaran dng kekerasan

Saya bukan pakar hukum. Saya juga hanya sok tahu soal bahasa. Namun, menurut saya, makna perkosaan yang dimuat dalam kamus tersebut kurang tepat. Karena dengan definisi tersebut, banyak pemerkosa yang akan lolos dari tindakannya dengan alasan: si korban menikmati; pelaku tidak melakukan kekerasan; tidak ada bekas kekerasan yang tampak pada tubuh korban; si koban bisa mencapai orgasme; si korban mengalami ejakulasi.

Tidak semua korban perkosaan perempuan bukan, bisa juga laki-laki. Meskipun …

Memenuhi Kebutuhan Emosi

I love you. You... you complete me,” kata Jerry Maguire. 
Lalu Dorothy membalas dengan berkata:
Shut up, just shut up. You had me at ‘hello’.” 


Ungkapan “you complete me” sering digunakan dalam untuk menggambarkan bagaimana pasangan kita membuat diri merasa lengkap, utuh. Pakar psikologi mengatakan, pasangan tidak bisa melengkapi kita, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan emosi. Mereka hanya bisa memenuhi keinginan dan hasrat.

Menuntut orang-orang terdekat untuk memenuhi kebutuhan emosi kita bukanlah tindakan tepat dan tidak rasional. Kita harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan emosi kita sendiri. "Jika Anda mencari pasangan yang dapat membuat Anda berarti, bahagia, menyelamatkan dari kebosanan dan kesedihan hidup; jika Anda mencari orang yang dapat melengkapi, itu bukan hal yang mudah dilakukan. Karena sebenarnya yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan itu Anda sendiri," kata Dennis Sugrue, psikologis dari medicinenet.com.

Menurut Psikolog Toge Aprillianto, M. Ps…