Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

dramatis

tidak ada yang lebih dramatis dari bertemu orang yang sudah lama dicari. apalagi kalau pakai lari-lari di tengah hujan dan berteduh di pos polisi bundarah h.i.
jadi...  akhirnya saya bisa bertemu dan berbincang dengan orang yang sedang menjalin hubungan dengan orang itu. dulu saya pernah minta waktu untuk berbicara dengan pacar yang akhirnya menjadi istrinya, tapi dia menolak bertemu. lalu dengan mantan-mantan sebelumnya saya juga tidak pernah bisa berbicara dengan baik-baik, seperti layaknya perbincangan antara perempuan dengan perempuan, manusia dengan manusia.
saya memuji keberanian perempuan ini mendatangi saya dan memperkenalkan diri sebagai pacar orang itu. dia pun bercerita banyak, saya juga. kami membicarakan orang itu, menganalisa dia dan memikirkan kenapa dia bisa begitu keparatnya. keparat adalah kata yang tepat bagi saya, bukan bagi dia yang masih jatuh cinta.
pertemuan ini mengingatkan saya akan kehidupan masa muda yang penuh drama. kehidupan yang melelahkan. seperti tinggal …

memperjuangkan hak

hari ini seorang teman karib dipecat dari perusahaan media tempatnya bekerja. dia dipecat bersama belasan temannya yang kebetulan menjadi pengurus atau ikut mendirikan serikat pekerja. kebetulan yang tentunya sangat bisa diduga sebagai hubungan sebab akibat.
peristiwa ini semakin menambah kebencian saya pada perusahaan media. sepengamatan saya, perusahaan media lebih kejam pada serikat pekerja. karyawan dilarang mendirikan serikat pekerja, bila pun ada ketuanya suatu saat pasti dipecat. jumlah perusahaan media yang memiliki serikat pekerja juga bisa dihitung dengan jari. wartawan pun banyak yang abai. mereka tidak tahu pentingnya serikat pekerja. bagi mereka perjuangan hak itu sifatnya individual. saya curiga, jangan-jangan para buruh itu lebih paham undang-undang tanaga kerja, dibandingkan para wartawan yang katanya lebih berpendidikan itu.
buruh bisa menuntut kenaikan upah agar sesuai standar minimun daerah. wartawan? masih banyak yang diam-diam saja punya upah di bawah u.m.r. buruh d…